Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ingin Anak Sholeh/Sholeha? Ini Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri dalam Islam

Bagi umat Muslim, berhubungan intim antara suami dan istri adalah halal. Ini menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.
 

Hubungan intim antara suami dan istri dianggap sebagai bentuk ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai cara untuk menyalurkan hasrat syahwat. Melalui hubungan ini, suami dan istri dapat menciptakan keturunan.

Namun, sebelum melangkah ke hubungan intim, Islam menganjurkan agar kaum Muslim memperhatikan adab-adab tertentu, salah satunya adalah berdoa.

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda:

"Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?" Ia berkata, "Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala." (HR. Muslim no. 1006).

Hubungan Doa dengan Kelahiran Anak-anak Sholeh


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala pergi ke Thaif untuk berdakwah sekaligus meminta perlindungan kepada mereka dari tekanan kafir Quraisy setelah meninggalnya paman beliau Abu Thalib.  Akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diusir dengan lemparan batu, caci-maki dan ejekan. Tubuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia sampai berdarah-darah. 

Perasaan beliau makin sedih karena saat itu tahun-tahun ditinggal juga oleh istrinya Khadijah radhiallahu ‘anha, pendukung dakwah beliau. 

Kemudian datanglah malaikat Jibril ‘alaihissalam memberi tahu bahwa malaikat penjaga bukit siap diperintah jika beliau ingin menimpakan bukit tersebut kepada orang-orang Thaif. Malaikat tersebut berkata,

يَا مُحَمَّدُ، فَقَالَ، ذَلِكَ فِيمَا شِئْتَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمُ الأَخْشَبَيْن

“Wahai muhammad, terserah kepada engkau, jika engkau mnghendaki aku menghimpitkan kedua bukit itu kepada mereka”
Tapi apa yang keluar dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ? doa kepada penduduk Thoif. Beliau berdoa,

بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلاَبِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ، لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun”
Dan terbukti doa beliau mustajab. Penduduk Thoif tidak lama menjadi salah satu pembela islam dan mengikuti peperangan jihad membela Islam.

Doa Berhubungan Intim Suami Istri


Segala sesuatu dalam Islam haruslah diawali dengan niat baik termasuk berhubungan intim. 

Ada adab atau etika yang disarankan saat berhubungan badan untuk suami istri:
  • berwudhu/membersihkan diri khususnya di area intim
  • menggunakan wewangian
  • kemudian berdoa sebelum bersetubuh kepada Allah SWT
  • melaksanakannya di waktu tertentu yang disarankan
  • tidak menghadap kiblat saat berhubungan
  • melebarkan kain dan menutupkannya ke tubuh keduanya agar tidak bertelanjang bulat, lantaran kondisi itu dimakruhkan
Doa berhubungan intim dibagi menjadi tiga yaitu sebelum, ketika mengeluarkan air mani, dan setelah selesai berhubungan badan.

Dia berhubungan intim dalam Islam dianjurkan diamalkan agar dijauhkan dari gangguan setan.

Doa Sebelum Berhubungan Intim antara Suami Istri (Jima')


Sebelum berhubungan badan, suami dan istri harus berdoa sesuai sunnah. Adapun doa berhubungan badan sesuai sunnah yaitu:

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Arab latin: "Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami." (Muttafakun 'Alaih).

Doa Berhubungan Intim Ketika Mengeluarkan Air Mani dan Setelah Selesai Berhubungan Badan


Ketika mengeluarkan air mani, hendaknya suami juga harus berdoa. Tujuannya agar air mani yang dikeluarkan bisa memberikan keturunan yang baik.
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

Arab latin: "Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah".

Artinya: "Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)."

Setelah selesai berhubungan badan, hindari untuk langsung tidur. Lafazkan doa setelah berhubungan intim dengan membaca hamdalah.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

Tulisan latin: "Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
Disclaimer: Kedua doa tersebut (saat mengeluarkan air mani dan setelah selesai berhubungan) kemungkinan hanya tambahan (bukan sunnah), karena saya pribadi belum menemukan riwayatnya. Doa tersebut dikutip dari buku Kitab Doa-doa Bagi yang Sudah Berkeluarga oleh Siti Nur Aidah.

Memilih Calon Suami atau Istri yang Saleh


Untuk menghasilkan anak sholeh/sholeha tentu saja peran orang tua sangat penting. Walaupun faktanya bisa saja anak-anak sholeh terlahir dari orangtua non-muslim seperti kisah penduduk Thoif diatas. Namun salah satu sebabnya adalah doa Rasulullah yang dikabulkan Allah dan tentunya dakwah yang berkelanjutan dari Rasulullah dan para sahabat.

Jadi untuk meneladani Rasulullah, kita dapat berdoa sebelum diamanahi anak agar diberi karunia anak yang sholeh, dilanjutkan dengan didikan islami untuk menjadikan anak yang saleh.

Berdoa untuk Anak Ketika Masih dalam Kandungan


Do'akanlah selalu anak kalian selama masih dalam kandungan karena Rasulullah pun pernah mendo'akan diantara umatnya agar diberkahi..

Saat Abu Thalhah berada di luar rumah, anaknya yang sedang sakit keras di rumah menghembuskan nafas terakhir. Namun, saat Abu Thalhah pulang, istrinya, Ummu Sulaim, tidak segera memberitahukan kematian anaknya dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesedihan. Sebaliknya, dia bersiap-siap dan memasak makan malam untuk suaminya. Abu Thalhah kemudian makan malam dan berhubungan suami-istri dengan istrinya.

Setelah itu, Ummu Sulaim akhirnya memberi tahu suaminya dengan cara spiritual yang bijaksana bahwa anak mereka telah meninggal dunia. Pagi harinya, Abu Thalhah menghadap Rasulullah dan menceritakan semua yang terjadi antara dia dan istrinya. Rasulullah kemudian mendoakan keberkahan bagi keduanya malam itu, dengan ucapan, "Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua."

Akhirnya, berkat doa Nabi, mereka diberkahi dengan seorang bayi yang diberi nama Abdullah. Anak itu tumbuh dewasa, menikah, dan dikaruniai sembilan anak, yang semuanya menghafal Al-Qur'an. Kisah ini tercatat dalam kitab Shahih Bukhari.

Zikir Saat Melahirkan Bayi


Saat-saat kelahiran merupakan waktu yang penuh kegelisahan dan kekhawatiran. Rasulullah memberikan petunjuk kepada Asma' binti Umais dengan mengatakan, "Maukah engkau aku ajari beberapa kata yang bisa kau ucapkan saat engkau merasa cemas? (Ucapkanlah): 'Allah, Allah Rabbku. Aku tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun.'" HR Abu Dawud dengan sanad Hasan, no. 1525.

Waktu kelahiran adalah saat yang penuh tantangan bagi ibu dan bayi, karena di dalamnya terdapat penderitaan dan ujian. Rasulullah mengajarkan doa yang bisa diucapkan dalam situasi-situasi seperti ini. Abu Bakrah melaporkan bahwa Nabi bersabda, "Doa orang yang merasakan ketakutan adalah: 'Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang kuharapkan. Jangan biarkan aku seorang diri sekejap mata pun, dan perbaiki semua urusanku. Tidak ada ilah selain Engkau'." Shahih Al-Adabil Mufrad (261), no. 539.

Azan di Telinga Kanan Bayi Saat Bayi Lahir 


Abu Rafi berkata, "Saya melihat Rasulullah mengumandangkan adzan ke telinga Al-Hasan bin Ali saat dia baru saja dilahirkan oleh Fathimah." Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa tujuan dari melantunkan azan dan iqamah di telinga bayi yang baru lahir adalah agar suara pertama yang didengar oleh bayi adalah seruan azan. 

Seruan ini mengandung makna kebesaran Allah dan syahadat, yang merupakan syarat utama bagi seseorang yang baru memeluk Islam. Oleh karena itu, petunjuk ini menjadi simbol Islam bagi seseorang ketika mereka lahir. 

Ketika seseorang akan meninggalkan dunia, juga disarankan agar mereka dipandu untuk mengucapkan kalimat tauhid. Tidak mengherankan jika pengaruh azan ini merasuk ke dalam hati bayi, meskipun bayi tersebut mungkin belum dapat memahaminya.

Kita tahu bahwa setan akan segera melarikan diri saat mendengar suara azan. Oleh karena itu, setan yang berusaha mengganggu bayi akan mendengar kata-kata yang sangat dibencinya saat bayi itu memulai kehidupan di dunia. Hal ini menjelaskan perhatian Nabi terhadap keyakinan tauhid yang harus ditanamkan sejak dini dalam jiwa anak-anak dan sekaligus untuk mengusir setan yang selalu berusaha mengganggu bayi sejak kelahirannya dan memulai kehidupan baru.                                                                                                                                                                                                                                 

Posting Komentar untuk "Ingin Anak Sholeh/Sholeha? Ini Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri dalam Islam"